WELLCOME, SUGENG RAWUH, SELAMAT DATANG, BE HAPPY

Senin, 08 April 2013

Integrasi Pendidikan Lingkungan Hidup Pada Pendidikan Agama Buddha Kelas VII


Program adiwiyata bertujuan menciptakan kondisi yang baik bagi sekolah untuk menjadi tempat pembelajaran dan penyadaran warga sekolah, sehingga di kemudian hari warga sekolah tersebut dapat turut bertanggung jawab dalam upaya-upaya penyelamatan lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan. Titik tekan program ini adalah bagaimana menumbuhkan budaya cinta lingkungan pada anak sejak dini.

Kesuksesan program adiwiyata ditentukan oleh dukungan seluruh warga sekolah. Dalam bidang pengembangan kurikulum, salah satunya adalah dengan mengintegrasikan pendidikan lingkungan hidup kesemua mata pelajaran, tak terkecuali mata pelajaran Pendidikan Agama Buddha.

Dalam mengintegrasikan  pendidikan lingkungan hidup kemata pelajaran Pendidikan Agama Buddha, langkah pertama yang harus dilakukan adalah dengan menganalisis Kompetensi Dasar dan indikatornya. Kemudian memilah-milah mana yang relevan untuk integrasi dengan pendidikan nilai-nilai lingkungan hidup.

Berikut ini kompetensi dasar yang relevan untuk pengintegrasian pendidikan lingkungan hidup. Kompetensi dasar yang saya gunakan adalah berdasarkan kurikulum 2013 dengan alasan meski belum secara menyeluruh sekolah-sekolah menerapkan kurikulum 2013 tetapi saya berpikir bahwa kedepannya kurikulum inilah yang akan digunakan maka saya menggunakan KD ini agar bisa langsung diterapkan dalam pembuatan RPP.

Analisis KD Pendidikan Agama Buddha Kelas VII dalam Pengintegrasian pendidikan lingkungan hidup, sbb:


Kelas VII
Kompetensi isi
KD PAB
Kurikulum 2013
Analisis
Contoh Penerapan
1.   Menerima dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.

1.1  Menghayati  hakikat ketuhanan dalam agama Buddha


√

Mengenal sabda-sabda Buddha tentang lingkungan
2.   Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru.
2.1  Menunjukkan Empat sifat luhur dalam kehidupan       sehari-hari

√
Contoh penerapan metta (cinta kasih) yaitu meyayangi alam sekitar dengan cara merawat dan memelihara hewan peliharaan, tanaman, dan membuang sampah pada tempatnya
3.   Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya serta benda-benda dan makhluk hidup yang dijumpainya di rumah dan di sekolah

3.1  Mendeskripsikan formulasi Pancasila Buddhis dan Pancadharma


3.2  Mengidentifikasi-kan kitab suci, tempat ibadah dan Lambang-lambang dalam agama  Buddha

√
Membuat lambang-lambang dalam agama Buddha dengan menggunakan barang daur ulang
3.3  Mengidentifikasi kriteria agama Buddha dan umat Buddha


4.   Menyajikan pengetahuan faktual secara  logis, seni yang menggambarkan keindahan, karya yang kreatif, dan tindakan/gerakan yang mencerminkan perilaku hidup sehat.
4.1. Melaksanakan Pancasila dan Pancadharma dalam kehidupan sehari-hari
√
Contoh penerapan sila 1: menghargai keaneka ragaman hayati
Contoh penerapan sila 2: menghindari pekerjaan salah misalnya ilegal logging
4.2 Menceritakan peristiwa tujuh minggu setelah mencapai Penerangan Sempurna
√
Contoh: Buddha menghormati pohon boddhi selama 7 hari, ini merupakan teladan penghormatan terhadap kelestarian alam
4.3 Menceritakan alasan Buddha menyiarkan Dharma


4.4 Menceritakan perjalanan Buddha memutar Roda Dharma



Peduli dan Cinta Lingkungan melalui Program Adiwiyata


Sekolah Berbudaya Lingkungan, merpakan program bersama antara menteri lingkungan hidup dan menteri pendidikan nasional. Program ini penting guna menanamkan nilai-nilai peduli dan cinta lingkungan pada anak sejak awal. Bila setiap orang telah memahami betapa penting pelestarian lingkungan maka sedikit demi sedikit kita dapat memperbaiki bumi yang semakin panas dan tidak nyaman untuk hidup. Kerusakan lingkungan terjadi dimana-mana. baik bersifat lokal seprti banir, kebakaran maupun bersifat global seperti global warming, penipisan ozon, dan alin-lain. 
      ADIWIYATA merupakan program terhadap sekolah untuk mewujudkan sekolah berwawasan dan peduli lingkungan (Sekolah Berbudaya Lingkunngan). Adiwiyata berasal dari bahasa sansekerta yang mempunyai makna “Tempat yang baik dan ideal dimana dapat diperoleh segala ilmu pengetahuan dan berbagai norma serta etika yang dapat menjadi dasar manusia menuju terciptanya kesejahteraan hidup dan menuju kepada cita-cita pembangunan berkelanjutan”.

1. Tujuan Program Adiwiyata
    Program Adiwiyata bertujuan menciptakan kondisi yang baik bagi sekolah untuk menjadi tempat pembelajaran dan penyadaran warga sekolah, sehingga di kemudian hari warga sekolah tersebut dapat turut bertanggung jawab dalam upaya-upaya penyelamatan lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan.
    Kegiatan utama diarahkan pada terwujudnya kelembagaan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan bagi sekolah dasar dan menengah di Indonesia. Disamping pengembangan norma-norma dasar yang antara lain: kebersamaan, keterbukaan, kesetaraan, kejujuran, keadilan, dan kelestarian fungsi lingkungan hidup dan sumber daya alam. Serta penerapan prinsip dasar yaitu: partisipatif, dimana komunitas sekolah terlibat dalam manajemen sekolah yang meliputi keseluruhan proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi sesuai tanggung jawab dan peran; serta berkelanjutan, dimana seluruh kegiatan harus dilakukan secara terencana dan terus menerus secara komperensif.

2. Indikator Program Adiwiyata
A. Pengembangan Kebijakan Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan
    Untuk mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan maka diperlukan beberapa kebijakan sekolah yang mendukung dilaksanakannya kegiatan-kegiatan pendidikan lingkungan hidup oleh semua warga sekolah sesuai dengan prinsip-prinsip dasar Program Adiwiyata yaitu partisipatif dan berkelanjutan.
     Pengembangan kebijakan sekolah tersebut antara lain:
1. Visi dan misi sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan.
2. Kebijakan sekolah dalam mengembangkan pembelajaran pendidikan lingkungan hidup.
3. Kebijakan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (tenaga kependidikan dan
non-kependidikan) di bidang pendidikan lingkungan hidup.
4. Kebijakan sekolah dalam upaya penghematan sumber daya alam.
5. Kebijakan sekolah yang mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang bersih dan sehat.
6. Kebijakan sekolah untuk pengalokasian dan penggunaan dana bagi kegiatan yang terkait dengan
masalah lingkungan hidup.

B. Pengembangan Kurikulum Berbasis Lingkungan
   Penyampaian materi lingkungan hidup kepada para siswa dapat dilakukan melalui kurikulum secara terintegrasi atau monolitik. Pengembangan materi, model pembelajaran dan metode belajar yang bervariasi, dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada siswa tentang lingkungan hidup yang dikaitkan dengan persoalan lingkungan sehari-hari (isu lokal).

Pengembangan kurikulum tersebut dapat dilakukan antara lain:
1. Pengembangan model pembelajaran lintas mata pelajaran.
2. Penggalian dan pengembangan materi dan persoalan lingkungan hidup yang ada di masyarakat sekitar.
3. Pengembangan metode belajar berbasis lingkungan dan budaya.
4. Pengembangan kegiatan kurikuler untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa tentang lingkungan hidup.

C. Pengembangan Kegiatan Berbasis Partisipatif
    Untuk mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan, warga sekolah perlu dilibatkan dalam berbagai aktivitas pembelajaran lingkungan hidup. Selain itu sekolah juga diharapkan melibatkan masyarakat disekitarnya dalam melakukan berbagai kegiatan yang memberikan manfaat baik bagi warga sekolah, masyarakat maupun lingkungannya.
     Kegiatan-kegiatan tersebut antara lain:
1. Menciptakan kegiatan ekstra kurikuler/kurikuler di bidang lingkungan hidup berbasis patisipatif di sekolah.
2. Mengikuti kegiatan aksi lingkungan hidup yang dilakukan oleh pihak luar.
3. Membangun kegiatan kemitraan atau memprakarsai pengembangan pendidikan lingkungan hidup di sekolah.

D. Pengelolaan dan atau Pengembangan Sarana Pendukung Sekolah
    Dalam mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan perlu didukung sarana dan prasarana yang mencerminkan upaya pengelolaan lingkungan hidup, antara lain meliputi:

1. Pengembangan fungsi sarana pendukung sekolah yang ada untuk pendidikan lingkungan hidup.
2. Peningkatan kualitas penge-lolaan lingkungan di dalam dan di luar kawasan sekolah.
3. Penghematan sumberdaya alam (listrik, air, dan ATK).
4. Peningkatan kualitas pelayanan makanan sehat.
5. Pengembangan sistem pengelolaan sampah.

3. Penghargaan Program Adiwiyata

   Pada dasarnya program Adiwiyata tidak ditujukan sebagai suatu kompetisi atau lomba. Penghargaan Adiwiyata diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada sekolah yang mampu melaksanakan upaya peningkatan pendidikan lingkungan hidup secara benar, sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Penghargaan diberikan pada tahapan pemberdayaan (selama kurun waktu kurang dari 3 tahun) dan tahap kemandirian (selama kurun waktu lebih dari 3 tahun).
    Pada tahap awal, penghargaan Adiwiyata dibedakan atas 2 (dua) kategori, yaitu:
1. Sekolah Adiwiyata adalah, sekolah yang dinilai telah berhasil dalam melaksanakan Pendidikan Lingkungan Hidup.
2. Calon Sekolah Adiwiyata adalah. Sekolah yang dinilai telah berhasil dalam Pengembangan Pendidikan Lingkungan Hidup.

    Pada tahun 2007 kuesioner yang diterima oleh Kementerian Negara Lingkungan Hidup dari seluruh Indonesia sebanyak 146 sekolah yang berasal dari 17 propinsi. Setelah melalui tahaptahap seleksi penilaian, maka ditetapkanlah 30 sekolah sebagai calon model sekolah Adiwiyata tahun 2007. Sedangkan 10 sekolah yang telah terseleksi sebelumnya di tahun 2006 (meliputi ruang lingkup Pulau Jawa) ditetapkan sebagai sekolah penerima penghargaan Adiwiyata sesuai dengan kategori pencapaiannya.

4. Tata Cara Pengusulan Calon Penerima Penghargaan Adiwiyata
    Setiap Sekolah dapat diajukan oleh Pemerintah Daerah sebagai calon Sekolah Adiwiyata sesuai dengan kuota yang ditetapkan oleh Kantor Kementerian Negara Lingkungan Hidup. Pengajuan calon sebagaimana dimaksud diatas dilakukan dengan mengisi kuesioner dan menyertai lampiran yang diperlukan sesuai dengan formulir yang telah disediakan oleh Kantor Negara Lingkungan Hidup.
  1. Calon sekolah Adiwiyata dan sekolah Adiwiyata akan diteliti lebih lanjut oleh Dewan Pertimbangan Adiwiyata.
  2. Penerima penghargaan calon dan sekolah Adiwiyata ditetapkan dengan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup.

5. Mekanisme Penilaian Program Adiwiyata
    Pada dasarnya peluang mengikuti program Adiwiyata terbuka bagi seluruh sekolah di tanah air Indonesia. Mengingat keterbatasan yang ada dan kepentingan dari semua pihak terkait, maka dalam proses seleksi dan peni laian, Kementerian Negara Lingkungan Hidup dibantu oleh berbagai pihak, antara lain: Pemerintah Daerah setempat (dalam hal ini dikoordinir oleh BPLHD/Bapedalda Propinsi), bekerja sama dengan Dinas Pendidikan setempat, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Akademisi dan pihak swasta lainnya.
    Tim Penilai Adiwiyata pun terdiri dari berbagai pemangku kepentingan yaitu: Kementerian Negara Lingkungan Hidup, Departemen Pendidikan Nasional, LSM yang bergerak di bidang lingkungan, Jaringan Pendidikan Lingkungan, Perguruan Tinggi, Swasta dll. Sedangkan Dewan Pengesahan Adiwiyata terdiri dari Pakar Lingkungan, Pakar Pendidikan Lingkungan, wakil dari Perguruan Tinggi dan lainnya.

Kamis, 04 April 2013

The Top 10 Inspirational Buddha Quotes


  1.  “All that we are is the result of what we have thought. The mind is everything. What we think we become.”

  2. “All wrong-doing arises because of mind. If mind is transformed can wrong-doing remain?”

  3. “Thousands of candles can be lit from a single candle, and the life of the candle will not be shortened. Happiness never decreases by being shared.”

  4. “Do not dwell in the past, do not dream of the future, concentrate the mind on the present moment.”

  5. “However many holy words you read, however many you speak, what good will they do you If you do not act on upon them?”

  6. “Even death is not to be feared by one who has lived wisely.”

  7. “Peace comes from within. Do not seek it without.”

  8. “In the sky, there is no distinction of east and west; people create distinctions out of their own minds and then believe them to be true.”

  9. “If we could see the miracle of a single flower clearly, our whole life would change.”

  10. “The only real failure in life is not to be true to the best one knows.”