WELLCOME, SUGENG RAWUH, SELAMAT DATANG, BE HAPPY

Minggu, 05 Mei 2013

PENEMUAN TERBARU MENGENAI KANKER HATI


Penemuan terbaru mengenai kanker hati! Jangan Tidur Terlalu Malam! Para dokter di National Taiwan Hospital baru-baru ini mengejutkan dunia kedokteran karena ditemukannya kasus seorang dokter muda berusia 37 tahun yang selama ini sangat mempercayai hasil pemeriksaan fungsi hati (SGOT, SGPT) ,tetapi ternyata saat menjelang Hari Raya Imlek diketahui positif menderita kanker hati sepanjang 10 cm!


Selama ini hampir semua orang sangat tergantung pada hasil indeks pemeriksaan fungsi hati (Liver Function Index).. Mereka menganggap bila pemeriksaan hasil index yang normal berarti semua OK..

Kesalahpahaman macam ini ternyata juga dilakukan oleh banyak dokter specialis, benar-benar mengejutkan, para dokter yang seharusnya memberikan pengetahuan yang benar pada masyarakat umum, ternyata memiliki pengetahuan yang tidak benar.

Pencegahan kanker hati harus dilakukan dengan cara yang benar. Tidak ada jalan lain kecuali mendeteksi dan mengobatinya sedini mungkin, demikian kata dokter Hsu Chin Chuan.

Tetapi ironisnya, ternyata dokter yang menangani kanker hati juga bisa memiliki pandangan yang salah, bahkan menyesatkan masyarakat, inilah penyebab terbesar kenapa kanker hati sulit untuk disembuhkan.

Saat ini ada pasien dokter Hsu yang mengeluh bahwa selama satu bulan terakhir sering mengalami sakit perut dan berat badannya turun sangat banyak. Setelah dilakukan pemeriksaan supersound baru diketemukan adanya kanker hati yang sangat besar, hampir 80% dari livernya (hati) sudah termakan habis.

Pasien sangat terperanjat, “Bagaimana mungkin? Tahun lalu baru melakukan medical check-up dan hasilnya semua normal. Bagaimana mungkin hanya dalam waktu 1 tahun yang relative singkat dapat tumbuh kanker hati yang demikian besar?”

Ternyata check-up yang dilakukan hanya memeriksa fungsi hati. Hasil pemeriksaan juga menunjukkan “ normal “. Pemeriksaan fungsi hati adalah salah satu item pemeriksaan hati yang paling dikenal oleh masyarakat. Tetapi item ini pula yang paling banyak disalahpahami oleh masyarakat kita (Taiwan karena penulis berdomisili disana, tetapi juga termasuk masyarakat Indonesia salah memahami).

Pada umumnya orang beranggapan bahwa bila hasil index pemeriksaan fungsi hati menunjukkan angka normal berarti tidak ada masalah dengan hati.

Tetapi pandangan ini mengakibatkan munculnya kisah-kisah sedih karena hilangnya kesempatan mendeteksi kanker sejak stadium awal.

Dokter Hsu mengatakan, SGOT dan SGPT adalah enzim yang paling banyak ditemui didalam sel-sel hati. Bila terjadi radang hati atau karena satu atau sebab lain sehingga sel-sel hati mati, maka SGOT dan SGPT akan lari ke luar. Hal ini menyebabkan kandungan SGOT dan SGPT didalam darah meningkat.

Tetapi tidak adanya peningkatan angka SGOT dan SGPT bukan berarti tidak terjadi pengerasan hati atau tidak adanya kanker hati. Bagi banyak para penderita radang hati , meski kondisi radang hati mereka telah berhenti, tetapi didalam hati (liver) mereka telah terbentuk serat-serat dan pengerasan hati. Dengan terbentuknya pengerasan hati, maka akan mudah sekali untuk timbul kanker hati.

Selain itu, pada stadium awal kanker hati, index hati juga tidak akan mengalami kenaikan. Karena pada masa-masa pertumbuhan kanker, hanya sel-sel di sekitarnya yang diserang sehingga rusak dan mati.

Karena kerusakan ini hanya secara skala kecil maka angka SGOT dan SGPT mungkin masih dalam batas normal, katakanlah naik pun tidak akan terjadi kenaikan tinggi. Tetapi oleh karena banyak orang yang tidak mengerti akan hal ini sehingga berakibat terjadilah banyak kisah sedih.

Penyebab utama kerusakan hati adalah :

1. Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang adalah penyebab paling utama.

2. Tidak buang air besar pada pagi hari.

3. Pola makan yang terlalu berlebihan (Daging panggang, sate, dan gorengan / minyak goreng yang tidak sehat. Sedapat mungkin kurangi penggunaan minyak goreng untuk menggoreng makanan, hal ini juga berlaku meski menggunakan minyak goreng terbaik sekalipun seperti olive oil....) Masakan yang digoreng harus dimakan habis saat itu juga, jangan disimpan..

4. Tidak makan pagi.

5. Terlalu banyak mengkonsumsi obat-obatan atau bahkan Narkoba.

6.. Terlalu banyak mengkonsumsi bahan pengawet, zat tambahan (penyedap rasa), zat pewarna, pemanis buatan.

7. Mengkonsumsi masakan mentah atau dimasak ½ matang.

8. Merokok atau menjadi perokok pasif.

Kita harus melakukan pencegahan dengan tanpa mengeluarkan biaya tambahan. Cukup atur gaya hidup dan pola makan sehari – hari. Perawatan dari pola makan dan kondisi waktu sangat diperlukan agar tubuh kita dapat melakukan penyerapan dan pembuangan zat-zat yang tidak berguna sesuai dengan "jadwalnya" Sebab:

Ø Malam hari pk 21.00 – 23.00 : adalah pembuangan zat-zat tidak berguna/beracun(de-toxin) dibagian system antibody (kelenjar getah bening). Selama durasi waktu ini seharusnya dilalui dengan suasana tenang atau mendengarkan musik (lebih baik lagi bila sudah tidur) . Bila saat itu seorang ibu rumah tangga masih dalam kondisi yang tidak santai seperti misalnya mencuci piring atau mengawasi anak belajar, hal ini dapat berdampak negative untuk kesehatan.

Ø Malam hari pk 23.00 – dini hari 01.00 : saat proses de-toxin dibagian hati, harus berlangsung dalam kondisi tidur pulas.

Ø Dini hari 01.00 - 03.00 : proses de-toxin dibagian empedu, juga berlangsung dalam kondisi tidur pulas.

Ø Dini hari 03.00 – 05.00 : de-toxin dibagian paru-paru, sebab itu akan terjadi batuk yang hebat bagi penderita batuk selam durasi waktu ini. Karena proses pembersihan (de-toxin) telah mencapai saluran pernapasan, maka tidak perlu minum obat batuk agar supaya tidak merintangi proses pembuangan kotoran.. Bagi perokok pembersihan berlangsung dengan tidak sempurna.

Ø Pagi pk 05.00 – 07.00 : de-toxin di bagian usus besar, harus buang air besar.

Ø Pagi pk 07.00 – 09.00 : waktu penyerapan gizi makanan bagi usus kecil, harus makan pagi. Bagi orang yang sakit sebaiknya makan lebih pagi yaitu sebelum pk 06.30... Makan pagi sebelum pk 07...30 sangat baik bagi mereka yang ingin menjaga kesehatannya. Bagi mereka yang tidak makan pagi harap mengubah kebiasaannya ini, bahkan masih lebih baik terlambat makan pagi hingga pk 9-10 daripada tidak makan sama sekali.

Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang akan mengacaukan proses pembuangan zat-zat yang tidak berguna. Selain itu, dari tengah malam hingga pukul 4 dini hari adalah waktu bagi sumsum tulang belakang untuk memproduksi darah. Sebab itulah, Tidurlah Nyenyak dan Jangan Begadang.

Semoga Bermanfaat

Senin, 22 April 2013

Adiwiyata dan perspektif Buddhisme


Fakta Lingkungan Hidup Yang Menyedihkan Yang Terjadi di Bumi dalam Setiap Detiknya adalah:
  • 390 ribu m3 CO2 diemisikan ke udara
  • 1.629 m3 gletser di Greenland mencair
  • 710 tons O2 berkurang dari atmosfer
  • 2.300 m2 lahan produktif menghilang
  • 5100 m2 hutan alami lenyap
  • 1,3 kendaraan bermotor dan 4,2 televisi diproduksi
  • Kenaikan polulasi mencapai 2,4 orang (200 ribu jiwa perhari)
Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan, kalau ditinjau dari penyebabnya tak lain karena keserakahan manusia yang mendominasi perilaku dalam aktifitas kehidupan, seperti mengeruk keuntungan tanpa berpikir panjang kedepan.


Padahal kehidupan ini bukan hanya berlangsung hari ini, saat ini saja tapi masih ada beribu generasi mendatang yang tak lain mereka adalah anak cucu kita sendiri. Bisa dibayangkan jika suatu hari nanti anak cucu kita berkelimpahan harta tetapi tidak ada lagi tempat hijau untuk bermain, tidak ada lagi sungai jernih yang mengalir, tidak ada lagi air sehat untuk diminum. Apa gunanya memiliki harta berlimpah tapi tidak ada tempat unuk hidup sehat.

Apapun yang kita lakukan selalu ada hubungan yang terkait dengan lingkungan disekitar kita. Hal ini selaras dengan yang disampaikan Buddha lebih dari 2500 tahun yang lalu mengenai konsep paticcasamuppada.

Konsep kemunculan yang saling bergantungan (paticcasamuppada) merupakan pemahaman Buddhis yang pokok. Tidak ada sesuatu yang terbentuk sendirian karena semuanya terjadi seperti jaringan permata Indra, masing-masing individu merefleksikan orang lain secara tak terhingga berkali-kali. Kemelekatan yang kuat akan adanya diri atau ’aku’ bertentangan dengan paticcasamuppada dan merintangi seseorang mencapai pencerahan. Tanggung jawab pada alam dan rasa menghargai terhadap semua kehidupan dapat membantu meningkatkan perubahan dari diri yang individualis menjadi diri yang peduli terhadap sesama (interbeing).

Thich Naht Hanh, biku Vietnam yang terkenal, menggunakan istilah interbeing untuk menjelaskan diri ini yang sesungguhnya tanpa inti. Menurut Thich Naht Hanh, ‘diri’ adalah sesuatu yang sepenuhnya ‘terbuat’ dari unsur-unsur ‘bukan-diri’. Mengakui unsur-unsur ‘bukan-diri’ ini berarti menyadari betapa kelangsungan hidup dan kemampuan berkembang sesosok makhluk hidup adalah sepenuhnya tergantung pada interaksinya dengan makhluk-makhluk hidup lainnya.

Ini merupakan filosofi Buddhis tentang lingkungan yang sangat mendasar. Kesadaran tentang diri yang tidak kekal melahirkan pemahaman bahwa hidup ini tidak bermakna tanpa adanya interaksi dengan sesama dan lingkungan.

Buddha memperjelas saling keterkaitan antara kehidupan manusia dengan lingkungan dalam syair berikut "bagai seekor lebah yang tidak merusak kuntum bunga, baik warna maupun baunya, pergi setelah memperoleh madu, begitulah hendaknya orang bijaksana mengembara dari desa ke desa" (Dhp. 49). Inilah kebijakan yang lahir dari penghargaan terhadap alam sekitar, dalam mencari nafkah sekalipun seseorang tetap harus memperhatikan lingkungan, hal ini akan menunjukkan kualitas diri seseorang.

Lingkungan memiliki peran penting dalam proses belajar, lingkungan yang sehat akan mendukung proses belajar yang baik sehingga dapat mencapai tujuan belajar secara maksimal. Buddha bersabda “Hutan adalah tempat yang menyenangkan, baik untuk melakukan latihan meditasi. Di sana para petapa yang telah bebas dari nafsu dan menyukai kcsunyian akan menyepi dan merasa gembira (Dhp 99)”.

Maka program adiwiyata, program yang bertujuan mewujudkan warga sekolah yang bertanggung jawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup melalui tata kelola sekolah yang baik untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Merupakan satu program yang sangat baik dan selaras dengan pandangan Buddhisme terhadap lingkungan.

Sekolah yang memperhatikan pengelolaan dan pelestarian lingkungan hidup akan melahirkan insan-insan yang bukan hanya cerdas tapi juga bijaksana dalam memandang kehidupan dan lingkungan ini. Apapun profesi yang akan ditekuni siswa kelak kemudian hari akan selalu memiliki wawasan jauh kedepan (visioner) dengan memperhatikan bumi ini sebagai tempat tinggal yang tunggal bagi manusia. Seperti yang Buddha jelaskan dalam kitab Jataka I. 123 “Orang yang pandai dan bijaksana akan berusaha meningkatkan kesejahteraan atau mencapai sukses yang sebesar-besamya hanya dengan menggunakan sumber daya yang mi­nimal, seperti ia meniupkan napasnya membuat api kecil menjadi besar”.

Semoga tulisan ini memberi kontribusi dalam menumbuhkan keasadarn lingkungan dan betapa pentingnya program-program lingkungan hidupa mendapat perhatian dan dukungan dari masyarakat.

12 FAKTA TENTANG PENCEMARAN LINGKUNGAN


Ketika tumbuh kesadaran tentang upaya melestarikan linkungan, pemahaman kita akan makin lebih mantap dengan mengetahui fakta-fakta pencemaran lingkungan yang terjadi di bumi kita ini.

Berikut 12 fakta tentang pencemaran lingkungan yang semestinya membuat kita semakin sadar betapa pentingnya upaya pelestarian lingkunan:

  1. Pencemaran udara besar yang terjadi pada tahun 1952 di London telah menewaskan lebih dari 4.000 jiwa.
  2. eristiwa pencemaran air oleh limbah merkuri di Teluk Minamata, Jepang telah menewaskan sekitar 1.800 jiwa selama perioder 30 tahun. Hal serupa pernah terjadi di Danau Ontario, Kanada pada tahun 1970, tetapi hanya mencemari ikan dan biota danau
  3. Setiap hari, diperkirakan bahwa 50-100 spesies flora dan fauna akan punah sebagai akibat dari campur tangan manusia
  4. Sekitar 50 juta ton produk kertas atau setara dengan 850 juta pohon digunakan manusia oleh masyarakat dunia.
  5. 40.000 jiwa anak-anak meninggal dunia setiap harinya akibat gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh pecemaran lingkungan.
  6. Diperkirakan 80% atau setara dengan 7 buah lapangan sepak bola hutan di bumi telah hancur. Sebanyak 2.000 pohon ditepang setiap harinya di dunia.
  7. Sumber air tidak layak untuk dikonsumsi makhluk hidup, terutama mansia.
  8. 75% perikanan dunia telah diambil dair perairan. Tidak hanya air, kemungkinan ikan juga akan punah.
  9. Tidak sedikit sumber makanan modern saat ini mengandung zat kimia dan bersifat karsinogenik (penyebab kanker dalam jangka waktu panjang),
  10. Pembangunan lahan untuk bangunan semakin meningkat
  11. Pertumbuhan penduduk dunia, terutama di Indonesia yang kian meningkat memberikan kontribusi sampah setiap hair
  12. TIngkat konsumsi masyarakat dunia saat ini meningkat, Kita mungkin sering melihat iklan setiap hari di berbagai media.

Fakta-fakta tersebut hanya sebagian dari isu dan peristiwa lingkungan yang terjadi di bumi ini. Pemanasan global salah satu isu lingkungan yang menjadi permasalahan paling mendesak sat ini. Sebagian besar gas rumah kaca yang dihasilkan oleh kegiatan manusia di bumi beberapa tahun ini merupakan hasil dari pengambaian lingkungan.

http://www.artikellingkunganhidup.com